Feeds:
Pos
Komentar

Manusia Itu Rakus

Sebagai makhluk Allah, manusia telah diberi seperangkat alat untuk bisa hidup di dunia. Mulai dari rambut, mata, telinga, lidah, mulut, bibir leher, tangan, kaki, akal, perasaan, dan lain sebagainya; semua tanpa terkecuali tentu ada manfaatnya. Dari hal sekecil apa pun yang melekat pada diri manusia pasti ada gunanya. Contoh kecil saja, rambut mata disamping dapat menambah kecantikan dan keindahan seseorang, juga berguna untuk menampik debu yang akan masuk ke mata.

Lebih dari itu, manusia masih dilengkapi dengan karakter dan sifat. Baik yang positif, seperti lemah lembut, baik hati, penuh kasih sayang dan cinta, maupun negative, misalnya kasar, kejam, bengis, khianat, munafik, rakus, dan tamak. Baik yang positif maupun yang negative, perkembangan kedua sifat itu sangat dipengaruhi oleh keturunan, keluarga, dan lingkungan yang membentuknya.

Sifat rakus atau tamak pasti dimiliki oleh setiap orang. Hanya saja masing-masing orang berlainan dalam pertumbuhannya. Ada yang bertambah subur karena dia hidup dalam lingkungan keluarga yang materialis, bermoral rendah, dan seterusnya. Begitu juga sebaliknya.

Orang yang rakus, selalu dihinggapi rasa tidak puas diri. Angan-angannya jauh lebih besar dari karunia Allah yang terbaik baginya. Akhirnya dia tersiksa dengan sifat tamaknya itu. Meskipun pakaian sudah melimpah, rumah sudah lima, mobil sudah tujuh, hand phone sudah sebelas, kebun, ladang, pabrik, perusahaan, dan kekayaan yang tidak terhitung lagi, di tetap merasa kurang, bahkan meski gunung emas sudah dalam pelukannya.

Orang rakus yang dibenarkan agama hanya ada dua. Pertama, rakus pada ilmu pengetahuan, dan kedua, rakus harta namun pandai-pandai membelanjakannya dijalan Allah SWT.

Rasulallah Saw. Pernah bersabda: “Andaikan anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah emas, pasti dia ingin mempunyai dua lembah. Dan tiada yang dapat menutup mulutnya (menghentikan kerakusannya pada dunia) kecuali tanah (maut). Dan Allah berkenan menerima tobat bagi siapa saja yang bertobat.” (Bukhari, Muslim).

Pelajaran yang terkandung:

  1. Rakus dan tamak merupakan watak manusia. Rasulallah Saw. memperingatkan kita untuk tidak rakus dan tamak;
  2. Meskipun keduanya sudah menjadi watak manusia, namun sifat-sifat itu tidak pantas bagi seorang hamba, dan Allah pun akan menerima tobat seorang hamba selagi dia kembali kepada-Nya.

 

Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah figur agung bagi umatnya. Pernyataan dan tingkah lakunya selalu dikutip dan ditiru, meskipun tentu dengan berbagai macam penafsiran dan perbedaan dikalangan umatnya. Meski tidak panjang umurnya, yaitu 63 tahun dan ditahbiskan menjadi rasul umur 40 tahun, apa yang diwariskannya sungguh berlimpah.

Terhadap nasib kaum perempuan sang nabi ini sungguh cinta kasih. Terhadap anak-anak menebar sayang. Terhadap orang-orang tua menebar hormat. Terhadap pemeluk agama lain memberi kebebasan bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Terhadap kaum miskin begitu sangat kuat pembelaannya.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.